Pernah suatu aka masih kecil duduk dibangku SD, suatu saat ada pelajaran menggambar. Karena aku belum punya pensil mewarnai ak harus beli ke warung….waktu itu masih pagi hari..dan ak mau berangkat ke sekolah..
Yah waktu itu ak beli pensil Crayon……waktu itu ak membawa uang Rp 1000 untuk beli Crayon… dan Rp 250 untuk uang saku….
Ak masuk kewarung dan langsung ak minta ke penjaga warung...
Penjaga warung seraya berkata, “nang tumbas nopo ?“ (nak beli apa?), ak pun menjawab “tumbas Crayon, wonten nopo mboten“ (beli Crayon, ada apa tidak).
Penjaga warung pun menjawab, ”wonten” (ada).. dan langung mengambil Crayon dalam lemarinya....ketika memberikan Crayon kepada saya, ak bertanya ”pinten” (berapa)...
Penjaga pun menjawab ”pitu ngatus seket” (Rp 750)... kuberikan uang ku Rp.1000 dengan tangan kananku. Dan penjaga warung pun masuk kedalam, saya kira si penjaga masuk kedalam mengambil kembalian uang saya sejumlah Rp. 250...cukup lama ak menunggu diluar....setelah lama ak menunggu ak beranikan masuk dan menanyakan ”bu, susuke kulo dereng” (bu, uang kembalian saya belum)
Dengan pasti si penjaga menjawab, ”lah sampun” (lah sudah)...Akupun heran...dan menjawab, ”dereng bu” (belum bu).... si penjaga pun membalikan pernyataan saya, sambil menunjuk ke arah tangan kiri saya, ”lah niku artone ” (lah itu uangnya)....saya tambah heran dan menjawab, ”sanes niki sangune kulo” (bukan, ini uang saku saya) sambil menunjukan uang Rp 250 yang ada ditangan kiri saya...penjagapun tetap ngotot seraya menjawab, ”lah niku wonten rong ngatus seket, mpun kan” (lah itu ada Rp 250, sudah kan..)... dengan rasa takut ak pun mengalah....akhirnya saya berangkat ke sekolah dengan membawa uang Rp. 250 yang seharusnya Rp. 500....
Karena masalah ini saya pun tak berani jajan di sekolah karena, niat saya uang saku ini saya kasih ke ibu saya sebagai bukti kembalian beli Crayon....
Setelah pulang sekolah saya temui ibu saya yang baru pulang kerja dan masih mengenakan pakaian kerjanya (PSH, pakaian guru)....dan saya ungkapkan kejadian tadi pagi dan bermaksud mengembalikan uang saku saya sebagai ganti dari uang kembalian Crayon yang belum dikasih sama penjaga warung...Tapi dengan pasti berkata ”nang, nderek ibu nemoni warunge..ibu bade ngomong” (Nak, ikut Ibu yuk, Ibu mau bertemu si punya warung, Ibu mau ngomong....)... Dengan rasa takut ak menjawab ”bu, mboten usah niki arto sangune ngge ngganti susukan ” (Bu, Ndak usah, ini uang saku saya buat ganti uang kembalian) ....Ibu pun tak mempedulikan pernyataan saya dan melangkah keluar rumah sendiri....
Setelah beberapa menit kemudian Ibu kembali kerumah....dan bercerita....kalau ia sudah menemui si penjaga warung...dan membela kejujuran saya....dan menolak uang kembalian dari sei penjaga warung..........
Mungkin ini cerita nyata yang ringan tak berbobot...
Tapi yakin bahwa Ibu akan selalu membantu anakanya dalam keadaan apapun, dan ibu lebih suka anaknya berlaku jujur daripada menutup kejujuran dengan uang.....
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
2 komentar:
cerita yang menarik sekali mengenai keibuan.
di balik cerit ini masih ada hikmah yang harus dipetik yaitu ketegasan sikap walau ke orang yang lebih tua !
saya terharu dengan cerita tersebut semoga orang tua di seluruh jagat raya melakukan dengan hal uang sama selalu memperhatikan dann membela anaknya untuk jalan yang benar
Posting Komentar